Definisi Motivasi
Pada dasarnya motivasi merupakan dorongan pada seseorang untuk
melakukan sesuatu baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif.
Motivasi belajar adalah motivasi yang bersifat positif. Slameto (2010 :
170), mengatakan bahwa motivasi adalah suatu proses yang menentukan
tingkatan kegiatan, intensitas, konsistensi, serta arah umum dari
tingkah laku manusia. Walgito (2003 : 220) menyatakan bahwa motivasi
adalah keadaan dalam individu atau organisme yang mendorong perilaku
kearah tujuan.
1.Meningkatkan Kontrol diri
Hurlock (1990) mengatakan kontrol diri berkaitan dengan
bagaimana individu mengendalikan emosi serta dorongan-dorongan dalam
dirinya. Kazdin (1994) menambahkan bahwa kontrol diri diperlukan guna
membantu individu dalam mengatasi kemampuannya yang terbatas dan
membantu mengatasi berbagai hal merugikan yang dimungkinkan berasal dari
luar. Menurut Chaplin (2001) kontrol diri adalah kemampuan untuk
membimbing tingkah laku sendiri dalam artian kemampuan seseorang untuk
menekan atau merintangi impuls- impuls atau tingkah laku impulsif.
Kontrol diri ini menyangkut seberapa kuat seseorang memegang nilai dan
kepercayaannya untuk dijadikan acuan ketika ia bertindak atau mengambil
suatu keputusan (Dewi, 2004). Dinilai secara sosial karena nilai- nilai
budaya lebih penting dari pada hasrat dan desakan yang ada dalam diri
individu (Lamb and Harre, 1996).
Kontrol diri adalah individu- individu sebagai
pengaturan proses-proses fisik, psikologis dan perilaku seseorang. Di
mana kontrol diri ini penting untuk dikembangkan karena individu tidak
hidup sendiri melainkan bagian dari kelompok masyarakat. Individu
mempunyai kebutuhan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhannya sehingga
agar tidak mengganggu dan melanggar kenyamanan dan keselamatan orang
lain, individu harus mengontol perilakunya. Kedua, masyarakat menghargai
kemampuan, kebaikan yang dimiliki individu sehingga dapat diterima
masyarakat lainnya (Calhoun & Acocella, 1990). Lazaruz (1976)
mengatakan bahwa kontrol diri menggambarkan keputusan individu yang
melalui pertimbangan kognitifnya untuk menyatakan perilaku yang telah
disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti apa yang
dikehendaki. Hal ini berarti kontrol diri untuk memahami keseluruhan
khazanah pengungkapan diri baik yang positif maupun negatif sehingga
individu menyadari apa yang bisa membangkitkan ekspresi-ekspresi positif
maupun negatif di dalam dirinya. Jika individu mampu menghindari
situasi-situasi yang dapat memicu sifat-sifat negatif berarti individu
tidak memb iarkan diri menyerah pada kecenderungan-kecenderungan untuk
bereaksi secara negatif ketika individu menghadapi realitas keras dalam
hidupnya (Rogacion, 1998). Lebih lanjut Calhoun & Acocella (1990)
memandang bahwa individu dalam mengontrol perilaku melibatkan tiga hal
yaitu, pertama, memilih dengan sengaja; kedua, pilihan antara dua
perilaku yang bertentangan, dalam artian satu pihak perilaku menawarkan
kepuasan dengan segera, sedangkan perilaku yang lain menawarkan ganjaran
jangka panjang; ketiga, memanipulasi stimulus, agar satu perilaku yang
kurang mungkin dilakukan dapat dilakukan dengan perilaku lain yang lebih
mungkin dilakukan.
2. Menetapkan Tujuan
Tujuan dari self management untuk masalah ini adalah untuk mengurangi
atau menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan seperti ini, sehingga
tidak ada hal-hal negatif yang akan terjadi di masa depan.
3. pencatatan perilaku
perilaku subjek dicatat untuk diteliti apakah perilakunya berubah atau
tidak dari perilaku yang kemarin. supaya bisa mengevaluasi perilakunya
4. menyaring anteseden perilaku
disini maksudnya adalah subjek membatasi perilaku-prilakunya mulai dari
yang negatif menjadi positive. dan subjek harus bisa menunjukkan
perubahannya secara perlahan-lahan.
5. menyusun konsekuensi yang efektif
konsekuensi dari perubahan pribadi harus dilakukan secara Tetap dan secara konsekuen jika ingin terjadi perubahan yang jelas.
6. menerapkan rencana intervensi
subjek harus membuat planning/rencana yang lebih baik untuk
kedepannya yaitu berupa perilaku yang lebih baik dari sebelumnya.
misalnya: jika A suka marah-marah ketika menghadapi suatu masalah.
tetapi sekarang A menjadi lebih sabar dan tidak marah-marah. karena A
ingin merubah sifatnya tersebut
7. evaluasi
subjek harus mengevaluasi,apakah didalam dirinya sudah berubah
perilakunya menjadi lebih baik dari sebelumnya, jika belum subjek harus
melakukan perubahan lagi,supaya hasil yang di inginkan oleh subjek
menjadi lebih mantap dan baik
Sumber:
http://google.com/motivasi untuk melakukan perubahan pribadi
http://id.shvoong.com/books/dictionary/2155843-definisi-pengertian-motivasi/#ixzz1M8ffNdMv
Tidak ada komentar:
Posting Komentar