PENGERTIAN KEKUASAAN DAN SUMBER KEKUASAAN
Kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh pada orang lain; artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau kelompok. Kekuasaan juga berarti kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan, atau kejadian. Kekuasaan tidak sama dengan wewenang, wewenang tanpa kekuasaan atau kekuasaan tanpa wewenang akan menyebabkan konflik dalam organisasi.
1. Konsep Kekuasaan
Kekuasaan dalam arti sempit menurut Robert A. Dahl adalah jika orang A yang memiliki kekuasaan ata orang B sehingga orang A dapat meminta orang B untuk melakukan sesuatu yang jika tanpa kekuasaan orang A tersebut tidak dapat melakukan sesuatu. Konsep kekuasaan hubungannya erat sekali dengan konsep kepemimpinan, dalam hal ini Hersey, Blandchard dan Natemeyer merasakan bahwa para pemimpin seharusnya tidak hanya menilai perilakuknya sendiri agar mereka mengerti bagaimana mereka mempengaruhi orang lain, akan tetapi mereka harus meniti posisi dan cara menggunakan kekuasaan.
Max Weber, kekuasaan sebagai suatu kemungkinan yang membuat seorang aktor di dalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan. Walterd Nord merumuskan kekuasaan itu sebagai suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran energy dan dana yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya.
Ada 5 konsep kekuasaan menurut John Brench dan Bertram raven, yaitu:
a. kuasa paksaan (coercive power), yang mampu menghukukm seseorang yang tidak melakukan perintah.
b. reward power, yang diberi order untuk melakukan sesuatu dapat tunduk jika diberi imbalan
c. legitimative power, seorang penguasa akan menuntut bawahannya agar taat padanya
d. expert power, seseorang penguasa memang memiliki keahlian dalam bidang
e. referent power, sang penguasa memiliki karisma sehingga para pengikutnya ingin menjadi seperti dia dan mau meakukan apa saja untuknya
2. Kosep Pengaruh
Keberadaan pengaruh dalam suatu kepemimpinan memiliki andil yang besar, yaitu dalam hal menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan yang sudah di tetapkan. Jika kekuasaan merupakan kapasitas untuk menjalankan pengaruh, maka cara kekuasaan itu dilaksanakan berkaitan dengan perilaku mempengaruhi. Oleh karena itu, cara kekuasaan itu dijalankan dalam berbagai bentuk perilaku mempengaruhi dan proses-proses mempengaruhi yang timbal-balik antara pemimpin dan pengikut, juga akan menentukan efektivitas kepemimpinan.
B. Bentuk dan Hasil Pengaruh
1. Bentuk Pengaruh
Jenis-jenis spesifik perilaku yang digunakan untuk mempengaruhi dapat dijadikan jembatan bagi pendekatan kekuasaan dan pendekatan perilaku mengenai kepemimpinan. Sejumlah studi telah mengidentifikasi kategori perilaku mempengaruhi yang proaktif yang disebut sebagai taktik mempengaruhi, antara lain :
a. Pesuasi rasional
Pemimpin menggunakan argumentasi logis dan bukti faktual untuk mempersuasi pengikut bahwa suatu usulan adalah masuk akal dan kemungkinan dapat mencapai sasaran.
b. Permintaan Inspirasional
Pemimpin membuat usulan yang membangkitkan entusiasme pada pengikut dengan menunjuk pada nilai-nilai, ide dan aspirasi pengikut atau dengan meningkatkan rasa percaya diri dari pengikut.
c. Konsultasi
Pemimpin mengajak partisipasi pengikut dalam merencanakan sasaran, aktivitas atau perubahan yang untuk itu diperlukan dukungan dan bantuan pengikut atau pemimpin bersedia memodifikasi usulan untuk menanggapi perhatian dan saran dari pengikut.
d. Menjilat
Pemimpin menggunakan pujian, rayuan, perilaku ramah-tamah, atau perilaku yang membantu agar pengikut berada dalam keadaan yang menyenangkan atau mempunyai pikiran yang menguntungkan pemimpin tersebut sebelum meminta sesuatu
e. Permintaan abadi
Pemimpin menggunakan perasaan pengikut mengenai kesetiaan dan persahabatan terhadap dirinya ketika meminta sesuatu
f. Pertukaran
Pemimpin menawarkan suatu pertukaran budi baik, memberi indikasi kesediaan untuk membalasnya pada suatu saat nanti, atau menjanjikan bagian dari manfaat bila pengikut membantu pencapaian tugas.
g. Taktik Koalisi
Pemimpin mencari bantuan dari orang lain untuk mempersuasi pengikut agar melakukan sesuatu atau menggunakan dukungan orang lain sebagai suatu alasan bagi pengikut untuk juga menyetujuinya.
h. Taktik Pengesahan
Pemimpin mencoba untuk menetapkan validitas permintaan dengan menyatakan kewenangan atau hak untuk membuatnya atau dengan membuktikan bahwa hal itu adalah konsisten dengan kebijakan, peraturan, praktik atau tradisi organisasi.
i. Mnenekan
Pemimpin menggunakan permintaan, ancaman, seringnya pemeriksaan, atau peringatan-peringatan terus menerus untuk mempengaruhi pengikut melakukan apa yang diinginkan.
Pilihan mengenai perilaku mempengaruhi tergantung pada position power dan personal power yang dimiliki pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya pada situasi tertentu. Perilaku mempengaruhi seorang pemimpin secara langsung mempengaruhi sikap dan perilaku orang yang dipimpin baik berupa komitmen, kepatuhan maupun perlawanan.
Ada 3 proses mempengaruhi, yaitu:
Kepatuhan instrumental, Seorang target melaksanakan tindakan yang diminta untuk tujuan mendapatkan imbalan yang pasti atau menghindari hukuman. Level dukungan yang diberikan mungkin sangat kecil yang diperlukan untuk mendapatkan penghargaan atau untuk menghindari hukuman.
Internalisasi. Seorang target memiliki komitmen untuk mendukung dan menerapkan proposal yang diajukan oleh pemimpin terlihat seperti diharapkan secara intrinsik dan sesuai dalam hubungannya dengan nilai, keyakinan dan citra pribadi dari target.
Identifikasi Personal. Seorang target meniru perilaku pemimpin atau mengambil sikap yang sama agar disukai oleh pemimpin
2. Hasil dari Pengaruh
Hasil dari proses mempengaruhi, juga mempunyai efek umpan balik terhadap perilaku pemimpin.Selain itu, dampak kekuasaan pemimpin pada dasarnya tergantung pada apa yang dilakukan pemimpin dalam mempengaruhi orang yang dipimpin.Dengan demikian, hasil dari usaha mempengaruhi merupakan akumulasi dari keterampilan mempengaruhi, perilaku mempengaruhi, dan kekuasaan pemimpin.
C. Jenis Sumber Kekuasaan
Teori yang dikemukakan oleh French dan Raven (1959) ini menyatakan bahwa kepemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam satu kelompok atau organisasi. Dengan perkataan lai, orang atauorang-orang yang memiliki akses terhadap sumber kekuasaan dalam suatu kelompok atau organisasi tertentu akan mengendalikan atau memimpin kelompok atau organisasi itu. Adapun sumber kekuasaan itu sendiri ada tiga macam, yaitu:
1. Kekuasaan Bersumber pada Kedudukan (Position)
Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:
a. Kekuasaan Formal atau legal (French & Raven, 1959)
Termasuk dalam jenis ini adalah komandan tentara, kepala dinas, presiden atau perdana mentri dan sebagainya yang mendapat kekuasaan karena ditunjuk dan/atau diperkuat dengan peraturan atau perundangan yang resmi.
b. Kendali atas Sumber dan Ganjaran (French & raven, 1959)
Majikan yang menggaji karyawan, majikan yang mengupah buruh, kepala suku atau kepala kantor yang dapat member ganjaran kepada bawahannya, dan sebagainya, memimpin berdasarkan sumber kekuasaan seperti ini.
c. Kendali atas Hukum (French & Raven, 1959)
ganjaran biasanya terkait dengan hukuman sehingga kendali atas ganjaran biasa juga kendali atas hukuman. Walaupun demikian, ada kepemimpinan yang yang sumbernya hanya kendali atas hukuman saja, ini merupakan kepemimpinan yang didasarkan pada rasa takut. Contoh para preman yang memungut pajak kepada pedagang, pedagang akan tunduk kepada preman karena takut akan mendapat perlakuan kasar.
d. Kendali atas Informasi (French & Raven, 1959)
informasi adalah ganjaran positif bagi orang yang memerlukannya, sehingga siapa pun yang menguasai informasi dapat menjadipemimpin. Misal adalah orang yang paling tahu arah jalan maka otomatis dia akan menjadi pimpinan rombingan.
e. Kendali Ekologi (lingkungan)
sumber kekuasaan ini dinamakan juga perekayasa situasi (situational sengineering). Contoh adalah kendali atas penempatan jabatan (Oldham, 1975). Seorang atasan, manager, atau kepala bagian personality mempunyai kekuasaan atas bawahannya, karena ia boleh menentukan posisi anggotanya.
2. Kekuasaan yang bersumber pad pribadi (personal)
Berbeda dari kepemimpinan kekuasaan, kekuasaan yang bersumber pada kepribadian berawal dari sifat-sifat pribadi, yaitu sebagai berikut:
a. Keahlian atau Ketrampilan (French & Raven, 1959)
Dalam agama Islam, orang yang menjadi imam adalah orang yang paling fasih membaca ayat Al-Qur’an. Demikian pula dalam pesawat atau kapal, orang yang paling ahli dalam mengemudilah yang akan menjadi pemimpin.
Sabtu, 31 Oktober 2015
Sabtu, 17 Oktober 2015
mempengaruhi perilaku
10. Minta orang tersebut melakukan sesuatu untuk anda
Jangan memintanya untuk melakukan hal-hal berat, cukup hal kecil yang
bersifat personal saja. Seperti yang dikatakan oleh Benjamin Franklin,
"Mereka yang sudah pernah melakukan kebaikan untukmu akan lebih siap
untuk menolongmu lagi di masa depan daripada mereka yang belum pernah
membantumu."
Dengan meminta mereka melakukan sesuatu untuk anda, akan ada rasa percaya
yang timbul di antara anda berdua. Apalagi jika anda membalasnya
dengan melakukan sesuatu untuk orang tersebut. Ketika di masa depan
anda meminta orang tersebut untuk menolong anda lagi (bahkan dengan
permintaan yang lebih besar), pengalaman di masa lalu akan membuat orang
tersebut berpikir bahwa anda adalah figur yang layak untuk ditolong.
Orang yang sudah pernah melakukan sesuatu juga akan lebih sulit menolak
permintaan anda daripada mereka yang belum pernah melakukan sesuatu
untuk anda sama sekali.
9. Mintalah sesuatu yang lebih tinggi daripada yang anda inginkan/ butuhkan
Ini adalah permainan psikologis yang simpel. Misalkan anda ingin
meminjam uang dari seseorang sebesar 500 rupiah. Ketika meminta,
katakan "Bolehkah saya meminjam uang sebesar 1500 rupiah?". Orang
tersebut mungkin akan melakukan penolakan dengan berkata, "Wah, saya
tidak bisa meminjamkan uang sebanyak itu." atau "Wah, saya tidak punya
uang sebanyak itu". Jika anda yakin sebenarnya orang tersebut mampu
memberi pinjaman, namun enggan melakukannya, anda bisa melanjutkan
dengan mengatakan jurus berikut, "Baiklah, kalau begitu saya pinjam 500
rupiah saja."
Dengan jurus ini, kemungkinan besar permintaan anda akan dikabulkan.
Ini karena ada dua efek psikologis yang dialami orang tersebut. Yang
pertama adalah penurunan drastis dari jumlah yang anda minta, sehingga
nilai yang anda minta seolah-olah terlihat lebih kecil. Yang kedua
adalah rasa tidak enak yang mungkin timbul dari dalam diri orang
tersebut ketika menolak permintaan anda yang pertama kali, dan tidak
enak untuk menolaknya lagi di permintaan kedua.
8. Sebut namanya dalam percakapan
Nama adalah bagian yang penting dari eksistensi manusia, dan jika
seseorang mendengar namanya disebut, ia akan lebih memperhatikan lawan
bicaranya. Efek lainnya, ia juga akan merasa dihargai dan hal ini
membuatnya sedikit lebih mudah untuk menuruti permintaan anda. Oleh
karena itu, berusahalah untuk menyebut namanya ketika anda berdua sedang
bercakap-cakap.
7. Berikan pujian
Pujian bisa menjadi senjata yang ampuh untuk mempengaruhi orang lain
sepanjang digunakan dengan tepat. Berikanlah pujian yang tulus dan
rasional, sesuai dengan kenyataan. Jangan sampai anda memberikan pujian
yang berbentuk kebohongan, yang justru bisa menyinggung lawan bicara
anda. Usahakan pula untuk memberikan pujian dalam kadar yang tepat.
Terlalu banyak memuji bisa membuat anda justru tampak sedang menjilat
orang tersebut, dan akibatnya orang tersebut akan menjadi waspada dan
menjaga jarak dari anda. Intinya, pujian harus tulus dan sesuai dengan
fakta yang ada,
6. Tiru bahasa tubuhnya
Cobalah untuk meniru bahasa tubuhnya saat ia bercakap-cakap dengan anda. Teknik ini disebut juga dengan mirroring. Misalkan
gerakan tangan, posisi duduk, dan istilah-istilah tertentu yang ia
gunakan untuk menyebut sesuatu (misal : ia lebih suka menyebut kata
"telepon genggam" daripada "HP", maka gunakanlah juga kata "telepon
genggam" dalam percakapan). Studi menunjukkan bahwa orang yang
menghadapi orang lain dengan bahasa tubuh yang sama cenderung lebih
terbuka, percaya, dan lebih mudah untuk menyetujui orang yang meniru
bahasa tubuhnya. Ingat, sekali lagi anda harus melakukannya secara
natural. Jika tidak, lawan bicara anda justru hanya merasa akan
diolok-olok.
5. Manfaatkan kelelahan seseorang
Ajukan permintaan atau pernyataan ketika seseorang sedang dalam kondisi
lelah fisik maupun mental. Dalam keadaan ini, ketika anda mengajukan
sesuatu untuk diminta, lawan bicara anda biasanya tidak akan langsung
menjawab "ya" atau "tidak". Kemungkinan besar mereka akan mengatakan
"kita lihat saja besok pagi", atau "Ok, akan saya lakukan besok". Hal
ini disebabkan karena mereka sudah merasa cukup lelah dan saat ini tidak
ingin mengambil suatu keputusan. Keesokan harinya, kemungkinan besar
mereka akan melakukan yang anda minta, karena ada kecenderungan (dan
juga integritas serta rasa gengsi) untuk menepati apa yang sudah mereka
katakan di hari sebelumnya.
4. Minta sesuatu yang tidak bisa ia tolak/ segan untuk menolaknya
Hampir sama seperti poin nomor 10, seseorang biasanya akan setuju
melakukan apa yang anda inginkan jika ia sebelumnya sudah pernah
membantu anda. Manfaatkan kecenderungan hal ini dengan memintanya
melakukan suatu hal kecil yang sangat mudah, misalkan membawakan anda
barang titipan ketika ia sedang bepergian (barang tersebut dibayar
dengan uang anda). Untuk selanjutnya ketika ia bepergian, mintalah ia
untuk membawakan oleh-oleh untuk anda, namun kali ini anda tak usah
memberi uang; biarkan oleh-oleh itu dibeli dengan uangnya sendiri.
Kemungkinan besar teknik ini akan berhasil, dan dengan jeda yang tepat serta gaya bicara yang pas, anda bisa meningkatkan kadar permintaan anda pada orang tersebut.
3. Diam. Jangan koreksi ketika ia melakukan kesalahan
Mengoreksi kesalahan orang lain bisa memperkuat timbulnya rasa tidak
setuju dan tidak percaya satu sama lain. Oleh karena itu, jika ia
mengatakan sesuatu yang salah atau tidak sesuai dengan opini anda,
tetaplah diam. Dengarkan, dan coba pahami masalah tersebut dari sudut
pandang mereka. Jika mereka meminta pendapat anda, cobalah cari
poin-poin di mana anda berdua memiliki kesamaan, dan ungkapkan hal itu
terlebih dahulu sebelum anda mengungkapkan ketidak setujuan anda.
2. Ulangi apa yang dia katakan
Hampir sama dengan teknik mirroring, mengulang apa yang ia
katakan menunjukkan bahwa anda memperhatikan lawan bicara anda. Ulangi
apa yang ia katakan, akan lebih baik lagi apabila anda merangkainya
dalam kalimat baru, sehingga orang tersebut yakin bahwa anda benar-benar
paham terhadap apa yang dikatakannya. Jika hal ini dilakukan dengan
tepat, maka rasa percaya orang tersebut kepada anda akan makin kuat, dan
kesempatan untuk mempengaruhinya dengan pendapat anda akan jauh lebih
besar.
1. Anggukkan kepala
Anggukkan kepala ketika mendengarkan ia berbicara. Anggukan kepala yang
dilakukan dengan tepat bisa memperkuat kesan "persetujuan" di antara
anda berdua. Ia akan merasa anda setuju terhadap yang ia katakan, dan
ketika melihat anda menganggukkan kepala cukup sering, maka secara tidak
sadar ia akan mulai menganggukkan kepala juga saat bercakap-cakap.
Lama-lama, hal ini akan menimbulkan sinkronisasi dan mirroring bahasa
tubuh seperti yang sudah dijelaskan di atas. Hasilnya, secara tidak
sadar lawan bicara anda akan lebih percaya terhadap apa yang anda
katakan.
Perlu diingat, teknik-teknik ini mungkin terkesan "kejam" atau terlalu
memanfaatkan kelemahan orang lain. Oleh karena itu, gunakanlah
seperlunya saja dalam kondisi-kondisi penting di mana anda berada dalam
situasi yang harus benar-benar dimenangkan.
- Pengertian Wewenang
Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. peranan pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, wewenang dan kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan mereka.
- Pengertian Wewenang
Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. peranan pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, wewenang dan kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan mereka.
Kesimpulan
terdapat 10 cara untuk mempengaruhi orang lain yaitu dengan anggukan kepala, ulangi apa yang dia katakan, jangan mengkoreksi ketika melakukan kesalahan, minta sesuatu yang tidak bisa ia tolak, manfaatkan kelelahan orang, tiru bahas tubuhnya, berikan pujian, sebut nama dia dalam percakapan, mintalah sesuatu yang lebih tinggi daripada anda, dan mintalah sesorang untuk melakukan sesuatu untuk anda
dan wewenang adalah hak untuk memerintah sesorang atasan kepada bawahannya
dan wewenang adalah hak untuk memerintah sesorang atasan kepada bawahannya
Mempengaruhi Perilaku
- Definisi Pengaruh
Definisi dari pengaruh menurut
Poerwordaminto (dalam Kurniawati), pengaruh berarti “daya yang ada atau
timbul dari suatu lorong, benda atau sebagainya”. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (2005: 849), “Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul
dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan
atau perbuatan seseorang.
Menurut beberapa tokoh, antara lain:
Albert R. Roberts & Gilbert, Pengaruh
adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak
memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.
M. Suyanto, Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu.
Menurut Norman Barry, Pengaruh adalah
suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak
dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak
demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi
yang mendorongnya.
- Kunci-Kunci Perubahan Perilaku
Perubahan merupakan peralihan
kondisi yang tadinya buruk, menjadi baik. Masyarakat yang berubah adalah
masyarakat yang terdiri dari individu berkepribadian (personality)
baik. Personality tidak dibentuk dari performance dan style seseorang,
melainkan dari adanya daya intelektual dan perbuatan. Selanjutnya, tidak
hanya membentuk saja, tapi juga disertai upaya menjadikan personality
tersebut berkualitas.
Kunci perubahan masyarakat adalah
membentuk daya intelektual dan perbuatan yang menjunjung tinggi
nilai-nilai kemanusiaan, sehingga terjadilah perubahan perilaku yang
secara otomatis diikuti dengan perubahan masyarakat.
Perilaku yang akan menjadi
kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai
benturan dengan gemilang, adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad
untuk terus berjuang hingga titik nadi. Perubahan masyarakat akan
berimplikasi terhadap perubahan individu, karena di dalamnya ada
interaksi sebagai kontrol sosial yang dapat mendidik manusia.
Perubahan perilaku adalah penerapan
yang terencana dan sistematis dari prinsip belajar yang telah
ditetapkan untuk mengubah perilaku mal adaptif (Fisher & Gochros,
1975) Karakteristik perubahan perilaku.
Fokus kepada perilaku (prosedur
perubahan perilaku dirancang untuk merubah perilaku bukan merubah
karakter atau sifat seseorang. Perilaku yang dirubah disebut target
perilaku meliputi perilaku yang berlebihan atau perilaku yang
tidak/kurang dimiliki oleh orang.
Prosedurnya didasarkan kepada
prinsip-prinsip behavioral. Perubahan perilaku adalah penerapan
prinsip-prinsip dasar yang awalnya berasal dari penelitian eksperimental
dengan binatang dilaboratorium (Skiner, 1938).
Penekanannya kepada
peristiwa-peristiwa didalam lingkungan. Perubahan perilaku meliputi
asesmen dan perubahan peristiwa-peristiwa lingkungan yang mempunyai
hubungan fungsional dengan perilaku.
Treatment dilakukan oleh orang
didalam kehidupan sehari-hari (Kazdin, 1994). Perubahan perilaku akan
lebih efektif apabila dikembangkan oleh orang-orang yang berada
dilingkungan individu yang perilakunya menjadi target perubahan seperti
guru, orangtua atau orang lain yang dilatih tentang perubahan perilaku.
Pengukuran perubahan perilaku.
Melakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi dilakukan untuk
melihat perubahan perilaku. Asesmen terus dilakukan setelah intervensi
untuk melihat apakah perubahan perilaku yang sudah terjadi dapat
terjaga.
Mengabaikan peristiwa-peristiwa masa
lalu sebagai penyebab perilaku. Penekanan perubahan perilaku kepada
peristiwa-peristiwa lingkungan saat ini yang menjadi penyebab perilaku
sebagai dasar pemilihan intervensi perubahan perilaku yang tepat.
Menolak hipotesis yang mendasari
penyebab perilaku. Skiner (1974) menjelaskan bahwa dugaan terhadap
penyebab yang mendasari perilaku tidak pernah dapat diukur atau
dimanipulasi untuk menunjukkan hubungan fungsional perilaku.
kesimpulan :
pengaruh adalah tipe kekuasaan yang dimana orang akan mengikuti pengaruh yang di perintahkan sesuatu
kunci kunci perubahan perilaku dimana sesorang merbuha perilaku yang buruk menjadi baik di lingkungan masyarakatya
Kamis, 01 Oktober 2015
Apa itu kepemimpinan ?
Menurut Soetopo (1984:1) Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapai tujuan dari kelompok itu yaitu tujuan bersama. Sedangkan menurut Handoko (1995:294) bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai sasaran. Sedangkan menurut Stoner Kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya (Handoko,1995:295). Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi manusia baik perorangan maupun kelompok (Thoha,2004:264).
Dari berbagai pengertian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpian untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk bekerjasama mencapai suatu tujuan kelompok.
Upaya untuk menilai sukses tidaknya pemimpin itu dilakukan antara lain dengan mengamati dan mencatat sifat-sifat dan kualitas atau mutu perilakunya, yang dipakai sebagai kriteria untuk menilai kepemimpinannya. Teori kesifatan atau sifat dikemukakan oleh beberapa ahli. Edwin mengemukakan teori mereka tentang teori kesifatan atau sifat kepemimpinan. Edwin mengemukakan 6 (enam) sifat kepemimpinan yaitu:
1) kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksana fungsi-fungsi dasar manajemen.
2) kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan, mencakup pencarian tanggung jawab dan keinginan sukses.
3) kecerdasan, mencakup kebijakan, pemikiran kreatif, dan daya piker.
4) ketegasan, atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat.
5) kepercayaan diri, atau pandangan pada diri sehingga mampu menghadapi masalah.
6) inisiatif, atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung, mengembangkan serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru atau inofasi (Handoko,1995:297).
Berbagai teori kesifatan juga dikemukakan oleh Ordway Tead dan George R. Terry dalam Kartono (1992:37). Teori kesifatan menurut Ordway Tead adalah sebagaiberikut:
1) energi jasmaniah dan mental Yaitu mempunyai daya tahan, keuletan, kekuatan baik jasmani maupun mental untuk mengatasi semua permasalahan.
2) kesadaran akan tujuan dan arah, mengetahui arah dan tujuan organisasi, serta yakin akan manfaatnya.
3) antusiasme pekerjaan mempunyai tujuan yang bernilai, menyenangkan, memberikan sukses, dan dapat membangkitkan antusiasme bagi pimpinan maupun bawahan,
4) keramahan dan kecintaan
Dedikasi pemimpin bisa memotivasi bawahan untuk melakukan perbuatan yang menyenangkan semua pihak, sehingga dapat diarahkan untuk mencapai tujuan.
5) integritas. Pemimpin harus bersikap terbuka; merasa utuh bersatu, sejiwa dan seperasaan dengan anak buah sehingga bawahan menjadi lebih percaya dan hormat.
6) Penguasaan teknis. Setiap pemimpin harus menguasai satu atau beberapa kemahiran teknis agar ia mempunyai kewibawaan dan kekuasaan untuk memimpin.
7) ketegasan dalam mengambil keputusan. Pemimpin yang berhasil pasti dapat mengambil keputusan secara cepat, tegas dan tepat sebagai hasil dari kearifan dan pengalamannya.
8) kecerdasan. Orang yang cerdas akan mampu mengatasi masalah dalam waktu yang lebih cepat dan cara yang lebih efektif.
9) keterampilan mengajar
Pemimpin yang baik adalah yang mampu menuntun, mendidik, mengarahkan, mendorong, dan menggerakkan anak buahnya untuk berbuat sesuatu. 10) kepercayaan
Keberhasilan kepemimpinan didukung oleh kepercayaan anak buahnya, yaitu percaya bahwa pemimpin dengan anggota berjuang untuk mencapai tujuan.
Teori Kesifatan menurut George R. Terry adalah sebagai berikut:
1) kekuatan.
Kekuatan badaniah dan rokhaniah merupakan syarat yang pokok bagi pemimpin sehingga ia mempunyai daya tahan untuk menghadapi berbagai rintangan.
2) Stabilitas emosi. Pemimpin dengan emosi yang stabil akan menunjang pencapaian lingkungan sosial yang rukun, damai, dan harmonis.
3) pengetahuan tentang relasi insane. Pemimpin memiliki pengetahuan tentang sifat, watak, dan perilaku bawahan agar bisa menilai kelebihan/kelemahan bawahan sesuai dengan tugas yang diberikan.
4) kejujuran. Pemimpin yang baik harus mempunyai kejujuran yang tinggi baik kepada diri sendiri maupun kepada bawahan.
5) obyektif. Pemimpin harus obyektif, mencari bukti-bukti yang nyata dan sebab musabab dari suatu kejadian dan memberikan alasan yang rasional atas penolakannya.
6) dorongan pribadi
Keinginan dan kesediaan untuk menjadi pemimpin harus muncul dari dalam hati agar ikhlas memberikan pelayanan dan pengabdian kepada kepentingan umum.
7) keterampilan berkomunikasi. Pemimpin diharapkan mahir menulis dan berbicara, mudah menangkap maksud orang lain, mahir mengintegrasikan berbagai opini serta aliran yang berbeda-beda untuk mencapai kerukunan dan keseimbangan.
8) kemampuan mengajar. Pemimpin diharapkan juga menjadi guru yang baik, yang membawa orang belajar pada sasaran-sasaran tertentu untuk menambah pengetahuan, keterampilan agar bawahannya bisa mandiri, mau memberikan loyalitas dan partisipasinya.
9) Keterampilan social. Dia bersikap ramah, terbuka, mau menghargai pendapat orang lain, sehingga ia bisa memupuk kerjasama yang baik.
10) kecakapan teknis atau kecakapan manajerial (Kartono, 1992:25).
Penguasaan kecakapan teknis agar tercapai efektifitas kerja dan kesejahteraan.
Berdasarkan teori-teori tentang kesifatan atau sifat-sifat pemimpin diatas, dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat kepemimpinan kepala sekolah adalah :
1) kemampuan sebagai pengawas (supervisory ability)
2) kecerdasan.
3) Inisiatif.
4) energi jasmaniah dan mental.
5) kesadaran akan tujuan dan arah.
6) stabilitas emosi.
7) obyektif.
8) ketegasan dalam mengambil keputusan.
9) keterampilan berkomunikasi.
10) keterampilan mengajar.
11) keterampilan social.
12) pengetahuan tentang relasi insan.
Agar proses pengembangan para personalia pendidikan berjalan dengan baik, antara lain dibutuhkan kepemimpinan yang efektif. Ialah suatu kepemimpinan yang menghargai usaha para bawahan, yang memperlakukan mereka sesuai dengan bakat, kemampuan, dan minat masing-masing individu, yang memberi dorongan untuk berkembang dan mengarahkan diri ke arah tercapainya tujuan lembaga pendidikan.
Kepemimpinan yang efektif selalu memanfaatkan kerja sama dengan bawahan untuk mencapai cita-cita organisasi. Dengan cara seperti itu pemimpin akan banyak mendapat bantuan pikiran, semangat, dan tenaga dari bawahan yang akan menimbulkan semangat bersama dan rasa persatuan, sehingga akan memudahkan proses pendelegasian dan pemecahan masalah yang semuanya memajukan perencanaan pendidikan.
apa itu manajemen
Pengertian Manajemen :Ada banyak pendapat yang diutarakan para ahli manajemen tentang pengertian manajemen. Oleh karena perbedaan pengertian manajemen yang ada, pengertian manajemen terdiri atas beberapa segi.
1. Pengertian manajemen ditinjau dari segi (art)
Pengertian manajemen ditinjau dari segi seni dikemukakan oleh Mary Parker Follet. Follet berpendapat bahwa pengertian manajemen ialah seni (art) dalam menyelesaikan pekerjaan (duty) orang lain.
2. Pengertian manajemen ditinjau dari segi ilmu pengetahuan
Pengertian manajemen ditinjau dari segi ilmu pengetahuan dikemukakan oleh Luther Gulick. Gulick mengatakan bahwa pengertian manajemen
adalah bidang pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk
memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk menghasilkan
sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
Pengertian manajement menurut George R. Terry (1977) bahwa pengertian
manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari planning (perencanaan),
organizing (pengorganisasian), actuating, dan controlling (pengendalian)
yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan
menggunakan manusia dan sumber daya lainnya
3. Pengertian Manajemen ditinjau dari segi proses
Pengertian manajemen ditinjau dari segi proses menurut James A.F. Stoner. Stoner berpendapat bahwa definisi manajemen adalah proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), kepemimpinan (leadership) dan pengawasan (mengendalikan /controlling) kegiatan anggota dan tujuan penggunaan organisasi yang sudah ditentukan.
Pengertian dan Definisi Manajemen menurut ahli lainnya:
Dari berbagai pengertian manajemen diatas, dapat kita rumuskan bahwa
pengertian dan definisi manajemen adalah proses perencanaan
pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan anggota
organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Jenjang (Hierarki) Manajemen
Organisasi atau badan usaha umumnya memiliki sedikitnya 3 jenjang
(tingkatan) manajemen yaitu manajemen pelaksana, manajemen menengah, dan
manajemen puncak.
![]() |
| Piramida hirarki manajemen |
Manajemen puncak (Top Management)
Manajemen puncak adalah jenjang (hirarki) manajemen tertinggi. Jenjang
(hirarki) manajemen tertinggi atau puncak biasanya terdiri atas dewan
direksi (board direction) dan direktur utama. Dewan direksi memiliki
tugas memutuskan hal hal yang bersifat sangat penting untuk bertahannya
perusahaan. Manajemen puncak (Top management) bertugas menetapkan
kebijaksanaan operasional dan membimbing interaksi antara organisasi
dengan lingkungan.
Manajemen menengah (Middle Management)
Manajemen menengah biasanya memimpin suatu divisi atau departemen. Middle Management bertugas
dalam mengembangkan rencana-rencana operasi (operation plan) dan
menjalankan tugas tugas yang telah ditetapkan manajemen puncak (Top
Management). Manajemen menengah bertanggung jawab kepada manajemen
puncak.
Manajemen pelaksana (Supervisory management)
Pengertian Manajemen
pelaksana adalah hiraki manajemen yang memiliki tugas dalam menjalankan
rencana-rencana yang dibuat oleh manajemen menengah. Manajemen
pelaksana atau supervisory management juga bertugas dalam melaksanakan
pengawasan terhadap para pekerja dan memiliki tanggung jawab pada
manajemen menengah (middle management).
Jenjang manajemen diatas dapat diilustrasikan sebagai piramida.
Puncak piramida diduduki oleh manajemen puncak, tengah piramida diduduki
oleh manajemen menengah, dan bawah piramida oleh manajemen pelaksana.
Gambar piramida yang semakin melebar ke bawah menunjukkan bahwa jumlah
orang yang menduduki jabatan manajemen puncak lebih sedikit daripada
orang yang menduduki jabatan manajemen menengah dan pelaksana. Begitu
juga dengan orang yang menduduki jabatan manajemen menengah, jumlanya
lebih banyak daripada manajemen puncak, tetapi tidak sebanyak manajemen
pelaksana. Perhatikan garis komando dan arah pertanggungjawaban pada
piramida.
Prinsip Manajemen Oleh Henry Fayol
- Pembagian Kerja
- Otoritas/Wewenang
- Disiplin (Discipline)
- Kesatuan Perintah (Unity of Command)
- Kesatuan arah (Unity of Direction)
- Kepentingan bersama haruslah lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi (Subordination of Individual Interest to the common Good)
- Pemberian upah (Renumeration)
- Pemusatan (Centralization)Pengambilan keputusan yang menggunakan berbagai pertimbangan atasan.
- Jenjang jabatan (Hierarki) : Jenjang jabatan dalam suatu organisasi sering digambarkan dengan garis garis rapi dalam bagan organisasi. Kedudukan manajemen puncak hingga ke manajemen bawah ditunjukkan dalam bagan dibawah.
- Tata tertib (Order)
- Kesamaan (Equity)
- Kestabilan staf (Stability of Staff)
- Inisiatif (Initiative)
- Semangat Korps (Esprit de Corps)
Unsur Unsur Manajemen
Manajemen memiliki unsur yaitu (Harrington Emerson dalam Phiffner John
F. dan Presthus Robert V, 1960) (1) Men / Manusia, (2) Money/Uang,
(3)Materials/Bahan, (4) Machines/Mesin, (5)dan Metode (Methods).Kemudian
Peterson O.F. menuliskan bahwa unsur manajemen itu adalah manusia, uang
dan materi untuk mencapai tujuan bersama "Management is the use of man,
money and materials to achieve a common goal". Kemudian Mooney James D.
(1954) mengurangi unsur manajemen menjadi tiga yaitu men, facilities
dan method. Unsur uang, material dan mesin dimasukkan ke dalam istilah
fasilitas.George R. Terry kemudian menambahkan dalam buku "Principle Of
Management" bahwa ada enam sumber daya utama / pokok dalam manajemen
yaitu:Men and Women (Manusia), Materials (Materi), Machines (Mesin),
Methods (Metode), Money (Uang), dan Markets (Pasar).Ditegaskan oleh
Harold Konnts dan Cyril (1972) bahwa manajemen adalah perkembangan
manusianya bukan arah perkembangannya "Management is the development of
people, not the direction of thing.
Fungsi Manajemen secara umum ada 4 poin yaitu Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pelaksanaan (Actuating) dan Pengontrolan (Controlling).
Sumber daya manajemen (6M)
Proses Manajemen dan Fungsi Manajemen
Proses manajemen merupakan langkah langkah strategis yang juga merupakan
fungsi dari manajemen itu sendiri. Dengan menerapkan proses manajemen
yang tepat dan sesuai maka fungsi manajemen dari setiap tahap proses itu
sendiri akan tercapai. Setiap organisasi tentulah mempunyai satu atau
beberapa tujuan yang menentukan arah dan menyatukan pandangan unsur
manajemen yang terdapat dalam organisasi tersebut. Sudah tentulah tujuan
yang ingin dicapai kedepannya adalah suatu keadaan yang lebih baik dari
pada keadaan sebelumnya. Pencapaian tujuan tujuan ini dapat dicapai
dengan melaksanakan proses manajemen yang tepat. Seperti yang kita
ketahui, umumnya ada yang menuliskan 4 fungsi manajemen seperti
perencanaan, pengorganisasian, pengerahan, dan pengendalian. Akan tetapi
kali ini akan saya berikan 6 fungsi manajemen yang terangkai dengan
proses manajemen itu sendiri yaitu goal setting, planning, staffing,
directing, supervising, dan controlling. Proses manajemen secara umum
dapat dikelompokkan menjadi (Mohammad Halim, op.cit.)
1. Goal Setting
Goal setting atau penetapan tujuan merupakan tahap paling pertama dari
suatu proses manajemen. Pengertian tujuan adalah misi sasaran yang ingin
dicapai oleh organsasi kedepannya dan manajer bertugas mengarahkan
jalannya organisasi untuk menggapai tujuan tersebut. Kemampuan manajemen
dan sifat tujuan menentukan efektivitas pencapaian tujuan. Oleh karena
itu tujuan tersebut harus memenuhi sifat terukur, spesifik, realistis,
dan terbatas waktu. Dibutuhkan pendekatan dalam penetapan tujuan yang
dapat berupa dari atas (top down) dan dari bawah (bottom up).
2. Planning
Planning atau perencanaan adalah proses dalam pemilihan informasi
(information) dan pembuatan asumsi asumsi tentang keadaan kedepannya
untuk merumuskan kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka
pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
3. Staffing
Pengertian Staffing adalah proses manajemen yang berkenaan dengan
pengerahan (recruitment), penempatan, pelatihan (training) serta
pengembangan (developing) tenaga kerja (human resource) dalam
organisasi. Prinsip manajemen pada dasarnya adalah menempatkan orang
yang pas /sesuai pada posisi atau jabatan yang tepat/
4. Directing
Pengertian directing dalam proses manajemen adalah usaha dalam
memobilisasi sumber sumber daya yang dimiliki oleh sebuah organisasi
atau lembaga sehingga mampu bergerak dalam satu kesatuan (unity) sesuai
dengan rencana yang telah dibuat.
5. Supervising
Pengertian supervising dalam proses manajemen adalah suatu interaksi
langsung antara individu-individu dalam lembaga atau organisasi untuk
menggapai tujuan organisasi dan kinerja kerja yang optimum / optimal
organisasi.
6. Controlling
Pengertian Controlling atau pengendalian adalah proses penetapan apa
saja yang telah dicapai, yaitu proses evaluasi kinerja, dan jika
dibutuhkan dilaksanakan perbaikan sesuai dengan rencana yang telah
dilaksanakan. ![]() |
| pengertian manajamen menurut para ahli |
Referensi artikel pengertian manajemen
Drs. Alam S., MM, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII Standar isi 2006. Esis.
Yayat M. Herujito, Dasar Dasar Manajemen, Grasindo
Hasanuddin Rahman Daeng Naja, 2004Manajemen Fit & Proper Test.Pustaka Widya Tama. Yokyakarta
|
Langganan:
Postingan (Atom)


