Kamis, 07 November 2013

inovasi kompor


pada jaman dahulu manusia mengenal api dari sebuah percikan dua batu yang di adu , atau sebuah kayu yang di gosokan secara terus menerus, manusia sudah banyak yang mengenal api untuk mengolah makanan mentah menjadi makanan yang matang., seiring berjalannya waktu manusia membuat cara bagaimana agar api tidak mudah padam,ini berasal dari Bangsa Timur (China, Korea, dan Jepang), sudah lebih dulu mengenal kompor (lebih tepatnya tungku) daripada bangsa barat.
Tungku api sudah ada di China sejak jaman Dinasti Qin (221-206/207 SM) dan terbuat dari tanah liat.Desainnya mirip dengan kamado di Jepang pada periode Kerajaan Kofun di abad 3 sampai 6.
Kamado sendiri mempunyai bentuk kotak persegi yang mengurung api dengan lubang di atasnya untuk menaruh panci, dan mempunyai tinggi sekitar lutut orang dewasa. Bahan bakarnya kayu atau batubara yang dimasukkan dari lubang di bagian depan.Kamado berkembang dan terus digunakan hingga periode Kerajaan Edo (1603-1867).
kemudian Penduduk Eropa pada abad pertengahan, masih memasak secara terbuka dengan kayu bakar.
Berkembang kemudian dengan membuat lantai yang lebih rendah untuk memasak.
Selanjutnya dikenal juga memasak menggunakan perapian dari susunan batu.
Perapian kemudian dibuat setinggi pinggang dilengkapi cerobong asap.
Dengan cara ini memasak bisa dilakuakan sambil berdiri.
Panci memasak diletakkan persis di atas api, digantung dengan tiang atau kaki tiga.
Untuk mengatur panas tinggal menaikkan atau menurunkan posisi panci.

Kompor minyak tanah portabel pertama kali dikenalkan tahun 1849 oleh Alexis Soyer.

                                          

Kompor ini bertekanan udara yang dicampur dengan minyak tanah (mirip dengan kompor pedagang kaki lima jaman dulu).
Sedangkan kompor yang lainnya adalah kompor minyak tanah yang tidak bertekanan karena menggunakan sumbu kompor.
manusia mulai berinovasi lagi untuk mempermudah pekerjaan ibu rumah tangga, yaitu kompor gas
Kompor gas pertama kali dibuat pada tahun 1820, namun masih dalam bentuk eksperimen dan bersifat rahasia.
Baru benar-benar muncul pertama kali pada World Fair di London tahun 1851. Mulai tahun 1880 kompor gas semakin dikenal masyarakat luas dan berkembang secara komersial,
pada zaman sekarang banyak sekali hampir setiap rumah pasti menggunakan kompor gas sebagai alternatif memasak untuk para ibu rumah tangga , untuk lebih memudahkan pekerjaan sehari-hari untuk memasak, namun tidak semua orang dan setiap rumah memiliki kompor gas , mungkin karena harga gas yang sekrang melambung tinggi karena faktor kelangkaan di sejumlah daerah dan tingkat keamanan dari gas itu sendiri yang tidak memadai untuk di pergunakan , atau bahkan faktor ekonomi yang menentukan,
hampir sebagian orang ada yang beralih menggunakan kompor sumbu , tetapi karena harga minyak tanah yang lebih mahal dari pada harga gas, sekarang mereka menggunakan bahan bakar untuk menghasilkan api menggunakan hal-hal yang ada di sekitar
misalnya kompor menggunakan minyak jelantah, yang jelas itu sudah tidak layak konsumsi
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang menggalakkan penggunaan bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah selain gas yaitu dengan memanfaatkan minyak jelantah.  Sebuah kompor  bernama Kompor Tekan Multifuel dikembangkan BPPT untuk memanfaatkan limbah minyak goreng tersebut.
                      Kompor
                       
hal ini dilakukan karena apabila minyak jelantah dibuang begitu saja akan dapat berpolusi atau mengotori lingkungan sementara jika digunakan untuk memasak kembali bisa menyebabkan kanker karena karena kandungan yang tinggi dari senyawa polimer, aldehid, asam lemak serta lakton.
Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif memiliki nilai ekonomis karena menghemat bahan bakar secara signifikan dengan harga minyak jelantah per liternya yang cukup murah. Potensi ketersediaan minyak jelantah pun cukup besar jika dapat dilakukan kerjasama dengan industri makanan dan rumah makan cepat saji untuk memanfaatkan minyak jelantah.

adapun yang kedua seperti kompor berbahan bakar air,
                     Headline
mengkin sekilas terdengar aneh, namun pak Lalu Mandra Rama Dwi Surya adalah penciptanya, pria berusia 41 tahun ini juga berhasil menciptakan kompor serbaguna berbahan bakar air dengan titik didih mencapai 800 derajat celcius.
dia menciptakan kompor tersebut untuk membantu petani yang selama ini mengalami kesulitan bahan bakar minyak untuk oven tembakau Virginia.
Dengan satu liter minyak dan 1,5 liter air, menurutnya kompor itu bisa menghasilkan kalori 800 derajat celcius, sehingga kompor tersebut cukup menguntungkan kalau digunakan untuk oven tembakau Virginia.
Dia menyebutkan, jika menggunakan kompor biasa dibutuhkan 2,5 drum bahan bakar minyak tanah atau solar untuk mengoven tembakau dalam waktu empat hari. Sementara dengan kompor yang diciptakan hanya membutuhkan paling banyak satu drum bahan bakar.
"Dengan menggunakan kompor hasil ciptaannya petani bisa mengurangi biaya bahan bakar hingga 50%. Karena bahan bakar yang digunakan lebih banyak air.

Kemudian ada juga inovasi manusia yang tidak kalah menarik seprti halnya dengan bahan bakar sampah.Bahan bakar ini di temukan dari kelompok aktivis lingkungan hidup Nepal.melirik potensi yang terkandung dalam sampah yang menumpuk dan mengotori jalan dan sungai di Kathmandu dan kota-kota lain di Nepal.
Lantas muncullah ide pembuatan briket sampah, meniru briket batu bara yang
lebih dulu dikenal masyarakat Nepal. Bedanya, residu dan asap briket batu bara
sangat mengotori udara, sedangkan briket sampah relatif lebih bersih. Tak
berasap, tak beresidu. Selain itu, cara memproduksi briket sampah itu terbilang
mudah.
dan ini cara mengolah sampah menjadi briket:
Sampah-sampah yang digunakan sebagai bahan mentah briket adalah sampah kertas,
bambu, serbuk gergaji, ampas tebu, daun, dan sampah organik lainnya.
Setelah dipilah, material tersebut dimasukkan ke sebuah tong berisi air yang
dipanaskan. Lalu sampah-sampah itu dihancurkan dan diaduk laiknya membuat bubur
kertas. Tak ada bahan kimia yang digunakan.
Kemudian bubur sampah tadi dicetak. Ada yang berbentuk cakram dengan lubang di
tengahnya, ada juga yang berbentuk tablet. Ukuran garis tengahnya 5 cm dengan
tebal 5 cm pula. Ada juga yang dicetak dengan genggaman tangan. Saat ini, FoST
mengembangkan 10 jenis briket sampah,
dan cara menggunakannya untuk pembakaran, FoST juga memperkenalkan kompor khusus yang disebut rocket stove (kompor roket) berbentuk tabung dengan garis tengah sekitar 10 cm. Pada bagian bawahnya dipasang kipas angin bertenaga baterai untuk membantu pembakaran. Baterai yang digunakan, dua buah baterai 1,5 volt itu, yang tahan untuk sebulan penuh. Cukup praktis. 

kemudian ada juga kompor biomass.Kompor biomass ini menggunakan biomass padat sebagai bahan bakar seperti potongan ranting, kayu bekas, briket dari sampah organik dan limbah pertanian.
Untuk meningkatkan efisiensi, udara sebelum digunakan membakar biomass harus mendapatkan pemanasan dahulu. Hasilnya api yang dihasilkan lebih bersih, pembakaran lebih sempurna sehingga bahan bakar yang diperlukan jauh berkurang. Nyala api juga dapat dibesarkan atau dikecilkan dengan mengatur aliran udara yang masuk.
adapun kelebihan dari kompor ini seperti
  • Menggunakan bahan bakar terbarukan yang melimpah ketersediannya di alam
  • Sistem preheating menjamin biomass dan gas terbakar sempurna, sehingga api nyaris tanpa asap
  • Terdapat sistem regulator api yang membuat api fokus dan stabil
  • Nyala api dapat dibesarkan dan dikecilkan
  • Penambahan bahan bakar dapat dilakukan tanpa mengangkat alat masak
  • Tabung dapat diganti tanpa harus membeli kompor baru

selanjutnya kompor bioetanol,kompor ini sebenarnya sudah ada pada jaman bangsa Mesir Kuno dengan peninggalannya di kuburan Piramid raja Firaun, dan pengembangan kompor bio etanol dimulai oleh bangsa Romawi untuk penerangan rumah bangsawan.
                                                imagebam.com
 Sekarang sebagai bahan bakar terutama dipergunakan untuk keperluan darurat dan keperluan praktis, seperti dipergunakan mensterilkan peralatan kedokteran, pada pemanas makanan di panci / nampan catering, atau dipergunakan pada saat camping / kemah, juga di medan perang, karena memang penggunaan sangat praktis tidak membutuhkan sumbu.
Tidak berbau, praktis, mudah dibawa-bawa dipindahkan, namun mempunyai kelemahan, lidah apinya tidak bisa memancar seperti kompor gas, sehingga apabila dibutuhkan intensitas panas yang tinggi, kompor tersebut diatas tidak mampu, misalnya untuk memasak mi instan telor, telornya tidak matang betul (masih setengah matang), menggoreng krupuk, krupuknya bantat belum bisa renyah garing.
 
kemudian juga ada inovasi yang bahan bakarnya menggunakan sinar matahari yang di kembangkan oleh siswa mtsn 2 medan
Kompor tenaga surya ini.di desain ulang atas kompor yang sudah ditemukan Horace de Saussure pada 1767. Kala itu Horace berhasil memanfaatkan energi surya sebagai bahan bakar kompor rancangannya.kemudian cara membuatnya adalah dengan menggunakan. Bahan kardus bekas mie instant, aluminium foil, cat hitam, lem dan gunting. Bentuk kardus menyerupai kotak ataupun panel sedemikian rupa. Gunting aluminium foil sesuai lebar dalam kardus, lalu tempelkan. Gunting karton hitam sesuai lebar luar kardus, kemudian rekatkan. Usahakan bagian dalam bawah kardus berwarna hitam. 
Kelihatannya mudah. Namun perlu diketahui, karena prinsip utama kompor ini adalah mengandalkan tenaga surya. Maka sebaiknya digunakan saat sinar matahari memadai, biasanya antara pukul 9 pagi hingga pukul 2 sore. Hal lain yang perlu diindahkan, kecepatan angin, ketebalan panci, jumlah dan ukuran bahan yang dimasak, dan banyaknya air yang digunakan. Semua itu akan memengaruhi kecepatan masaknya bahan makanan.Prinsip kerja alat ini juga mudah dipahami. Pertama, pemusatan cahaya matahari. Kedua, mengubah cahaya menjadi panas. Ketiga, memerangkap panas. Almunium foil berfungsi untuk memusatkan cahaya. Sedangkan cat hitam ditujukan untuk menangkap panas. Kedua material ini membuat panas terperangkap dalam kotak. Kotak inilah yang disebut kompor.


di sisi lain ada juga kompor yang berinovasi canggih dan mungkin lebih efisien penggunaanya , karena menggunakan media-media teknologi seperti halnya kompor tanpa menggunakan api yang di temukan oleh mahasiswa upi ini 
           
 kompor ini memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya, kompor ini tidak menghasilkan api sehingga lebih aman digunakan. "Kalau kita memanaskan dengan peralatan masak dari logam, kompor ini tidak akan membuat bagian pegangan alat masak itu panas
Terdapat dua jenis pemanasan, yakni panas dan hangat, serta masih bisa diatur sesuai kebutuhan. Ganjar menguraikan, dasar dari pembuatan kompornya adalah induksi elektromagnetik. Listrik dihantarkan ke dalam lilitan kabel di dalam kompor sehingga tercipta induksi elektromagnetik. Induksi inilah yang akan menghasilkan panas.

dan adapun di universitas negri yogyakarta (UNY) mereka membuat kompor untuk membantu para pengrajin batik yang kesulitan dengan subsidi minyak tanah yang melambung tinggi maupun mengalami kelangkaan, 
                
                    
kompor listrik yang dibuat tim ini merupakan sebuah kompor listrik ramah lingkungan dengan memanfaatkan sistem PID (Proportional Integral Derivative) Controller untuk mengatur panas pada elemen pemanas sehingga memperoleh suhu yang tepat untuk malam batik. Disamping itu, keunggulan dari karya mereka ini adalah kemampuan mendeteksi jenis malam yang dipakai sehingga pada suhu tertentu dapat mengatur panas cairan agar tetap stabil. Oleh karenanya, kompor ini membutuhkan input berupa jenis malam, meliputi malam tembokan, klowong, dan paraffin.Dengan adanya inovasi tersebut pada proses pemanasan malam (lilin), atau setelah malam mencair, pengrajin tidak perlu mengecilkan pemanas secara manual. Hasil pengujian diperoleh data bahwa kompor Astutik kami lebih efisien sebesar 63% dibandingkan kompor batik listrik yang lain dan sebesar 95% dibandingkan dengan kompor berbahan bakar minyak tanah

semakin maju teknologi maka semakin banyak manusia untuk berinovasi dengan teknologi sekarang yang semakin canggih , Seorang bernama Dragan Trenchevski menemukan inovasi baru tentang notebook yang juga berfungsi untuk memasak. Alat itu sudah termasuk papan untuk memotong, alat parut, layar touchscreen dan wireless connectivity. Jadi sambil memasak kita bisa sekalian internetan di sana.
                
                    tkp-gila.blogspot.com - Inovasi Baru notebook + kompor jadi satu -
 KEREN sob
Sebagai tambahan, terdapat beberapa tombol untuk menampilkan ide untuk menu baru, resep favorit, dan kandungan nutrisi dari bahan-bahan menu tersebut. Tentu saja selain koneksi wi-fi, juga ada bluetooth dan kamera, mengingat hal itu sudah menjadi komponen wajib bagi gadget jaman sekarang.
Bisa jadi ini masih berbentuk prototype, karena masih banyak isu yang perlu diperhatikan misalkan keamanan, penggunaan daya, dan kebersihannya. Tapi, lebih dari itu ini adalah salah satu inovasi yang keren, dan mungkin ke depannya juga akan jadi tren untuk gadget-gadget canggih khususnya di dunia masak memasak.
mungkin cukup sekian inovasi manusia tentang perkembangan terjadinya adanya kompor diar masa ke masa , ssehingga kita dapat mengetahui inovasi apa saja yang manusia kembangkan maupun yang di temui .
Dan itulah beberapa inovasi manusia tentang kompor , semoga kita bisa menghargai barang-barang yang tidak berguna menjadi barang yang mempunyai harga jual

sumber:
http://www.prioritaspendidikan.org/id/post/view/detail/145