Sabtu, 22 Maret 2014

Mitos Nina Bobo

Nama : Syachrul Rizki Pamungkas 
NPM  : 18513723
Kelas : 1PA06


Siapa yang tidak tau dengan lagu anak-anak yang satu ini “Nina bobo”, lagu yang sering kita dengar sewaktu kecil ini memang terkenal ampuh dalam menidurkan anak kecil, terutama yang masih balita...
Menurut Wikipedia, kata nina dalam lagu nina bobo merupakan kata serapan dari bahasa Portugis, ‘menina’ yang berarti gadis. Bahkan dalam sebuah buku karya Antonio Pinto yang berjudul Portuguese influence in Indonesia, kata nina bobo disebut berasal dari bahasa Portugis lama yang berarti tidurlah anakku. Jadi mungkin saja lagu nina bobo ini merupakan hasil campuran budaya lokal dan Portugis, karena memang bangsa Portugis pernah menginjakkan kakinya di bumi nusantara ini.
Lagu nina bobo ternyata bukan hanya terkenal di Indonesia, lagu pengantar tidur ini juga dikenal di negeri kincir angin, Belanda. Di sana, lagu nina bobo sempat dipopulerkan oleh Anneke Grönloh dan Wieteke van Dort, dengan mengubah liriknya menjadi bahasa Belanda. Tidak hanya itu, lagu nina bobo ini bahkan sempat dibawakan oleh kelompok paduan suaraDie Minnesangher asal Belanda, di sebuah panggung orkestra dengan lirik yang masih berbahasa Indonesia.
Berikut lirik lagu nina bobo yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda:
Slaap meisje, oh slaap, meisje
(tidurlah gadis, oh tidur, gadis)
als je niet gaat slapen, zul je door een mug gestoken worden.
(jika kamu tidak segera tidur, kamu akan disengat seekor nyamuk)
Selain itu, yang menarik dari lagu nina bobo ini adalah cerita dibalik terbuatnya lagu tersebut. Banyak orang yang percaya bahwa lagu nina bobo ini dibuat oleh seorang ibu untuk anaknya yang susah tidur, tapi kemudian anaknya itu meninggal karena terserang demam yang hebat.
Konon, dulu ada seorang anak perempuan blasteran Belanda dan Jawa. Ayahnya yang seorang Belanda bernama Vand Rodjnik, dan ibunya yang asli Jawa bernama Mustika. Anak ini bernama Helenina Mustika Van Rodjnik, dan biasa dipanggil Nina. Sejak masih bayi anak yang lahir pada tahun 1871 ini kabarnya susah sekali untuk tidur. Kalau waktu tidur tiba, Nina malah menangis bukannya tidur. Segala cara dilakukan oleh ibunya agar anaknya ini bisa tidur. Salah satu caranya dengan bersenandung kecil untuk memancing Nina agar cepat tidur. Tak disangka cara ini ternyata berhasil, dan lama kelamaan Nina jadi terbiasa dengan lagu tersebut. Bahkan, Nina tidak bisa tidur jika lagu tersebut belum dinyanyikan oleh ibunya.
Kebiasaan bersenandung itu membuat ayah Nina, Vand Rodjnik, menyuruh istrinya untuk membuat liriknya pada senandungan kecil itu supaya lebih indah dan membuat si anak cepat tidur. Konon, karena di rumah mereka banyak nyamuk, dibuatlah lirik lagu nina bobo seperti yang kita kenal sekarang.
Di usianya yang menginjak empat tahun, Helenina ini terjangkit demam yang sangat tinggi, ia jadi sering menangis setiap malamnya. Sakitnya itu berlangsung sangat lama sampai di tahun 1878, di usianya yang ke- 6 ia meninggal dunia.
Ibu dan ayahnya sangat sedih, saking sedihnya ibu Helenina selalu menyanyikan lagu nina bobo ini selama hidupnya sampai ia meninggal di tahun 1929. Setelah istrinya meninggal, Kapten Van Rodjnik tinggal sendirian di rumahnya. Sejak saat itu mulai muncul kejadian-kejadian ganjil, ia pernah beberapa kali mendengar tangisan anak kecil di rumahnya. Sampai akhirnya ketika ia tidur, ia dibangunkan oleh seorang anak perempuan yang mirip dengan anaknya, anak itu memintanya untuk menyanyikan lagu nina bobo. Sejak saat itu Kapten Van Rodjik selalu menyanyikan lagu nina bobo sebelum ia tidur.
Dari dongeng tersebutlah muncul mitos-mitos seperti setiap anak yang dinyanyikan lagu ini bisa tertidur pulas karena pada saat lagu tersebut dinyanyikan, Helenina juga turut hadir menemani sang anak agar anak itu tertidur lelap seperti ia dulu. Jadi, selama seseorang menyanyikan lagu tersebut, sebenarnya Helenina akan datang dan ikut menemani sampai si anak tertidur pulas.
Tidak ada yang tahu pasti apakah cerita ini benar atau hanya karangan sebagian orang yang suka mengait-ngaitkan suatu hal dengan hal lainnya. Tapi yang terasa sampai sekarang, ketika ada orang yang menyanyikan lagu nina bobo untuk anaknya terasa ada sedikit aura mistis. Entah dari mana datangnya, mungkin ini efek dari lagu nina bobo yang biasa dinyanyikan dengan nada-nada sedikit keroncong semacam lagu lingsir wengi.



Mitos Angka 13

Nama : Syachrul Rizki Pamungkas 
NPM  : 18513723
Kelas : 1PA06



Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.
Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit.

Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.

Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia.

Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.

Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).

Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13.

 Inilah buktinya:

-13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.
-13 garis di perisai atau tameng burung.
-13 daun zaitun di kaki kanan burung.
-13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
-13 anak panah.
-13 bulu di ujung anak panah.
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
-13 lapisan batu yang membentuk piramida.
-13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.

Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek. Com, Westel, dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal. Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double-13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313.

Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya. Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13.

Kaum Kabbalis sangat mengagungkan angka 13, selain tentu saja angka-angka lainnya seperti angka 11 dan 666. Angka ini dipakai dalam berbagai ritual setan mereka. Bahkan simbol Baphomet atau Kepala Kambing Mendez (Mendez Goat) pun dihiasi simbol 13. Itulah sebabnya angka 13 dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual setan.

Friday the 13th adalah Hari sial?

Berdasarkan hasil penelitian dari Dr Donald Dossey seorang psikoterapi khusus dlm bidang “phobia” = takut dlm bhs Yunani, di AS saja ada lebih dari 21 juta orang yang memiliki penyakit “paraskevidekatriap hobia” atau rasa takut akan hari Jumat tgl 13. Dan menurut laporan dari “The Stress Management Center and
Phobia Institute” di Asheville – AS, tenyata setiap hari Jumat tgl 13, ekonomi Amerika mengalami kerugian antara 800 s/d 900 juta AS$, karena banyak orang yg ogah travelling, bekerja ataupun melakukan
kegiatan bisnis apapun juga.

 Kenapa angka 13 adalah angka sial ?
Sedangkan kepercayaan 13 sebagai nomor sial itu timbulnya dari orang Kristen, karena Yudas menduduki kursi yg 13 dan ia menjual Yesus tepat jam 13.00. Disamping itu angka tsb berada satu poin diatas angka sempurna 12 atau melebihi kekuatan puncak, maka dgn mana otomatis akan membawa sial, maklum murid Yesus terdiri dari 12 orang, suku Israel 12, siang-malam 12 jam, bulan 12, dewa Olympus 12.

Bila numerologi Barat memandang angka 13 sebagai angka sial, hal yang sama berlaku pula di masyarakat Cina. Namun mungkin dilihat dari sudut pandang yang berbeda. “Kalau dijumlah 1+3 hasilnya 4. Dan angka ‘empat’ sendiri dalam bahasa Cina bila diucapkan dengan intonasi berbeda (sie) bisa memberikan 2 makna yaitu empat dan mati = sial!

Bahkan kalau dihitung tgl 13 Oktober 2006 ini adalah benar-benar angka sial tulen cobalah Anda jumlahkan: 13-10-2006 = 1+3+1+0+2+6 = 13 (tigabelas lagi)

Dan apabila nama Anda terdiri dari 13 abjad maka ini harus hati2 sebab para pembunuh sadis memiliki nama yg terdiri dari 13 abjad lihat saja: Jack the Rippe, Charles Manson, Theodore Bundy dan Albert De Salvo.

Trikaideka-phobia , takut akan angka 13, sedemikian hebatnya sehingga kalau anda makan malam di Hotel berbintang Savoy di London, dan kebetulan anda datang rame2 ber 13 maka si Manager Hotel Mr Paul, akan cepat2 mengeluarkan mascot dua kucing hitam yg didudukan di kursi khusus , untuk menemani anda sekalian dimeja makan! Biar yg makan jadi 15, kalau tidak, “It is believed that one of the 13 diners will die within a year. Begitu wanti2 sang manager.

Berapa banyak hotel atau permukiman yang pantang mencantumkan angka 13 untuk nomor lantai, kamar, maupun rumah. Lotere di Itali, Perancis tidak ada nomer 13 nya. Begitu juga tidak ada nama jalan di Amerika yang menggunakan 13th Street atau 13th Avenue .

Darimana timbulnya kepercayaan ini? Diduga, Pythagoras – figur seniman, filsuf, dan guru dari abad 6 SM, secara tak langsung mendorong para pengikutnya melahirkan pemahaman baru, numerologi.

Apakah disemua Negara Eropa mereka takut akan Hari Jumat tgl 13 ? Tidak sebab di negara-negara Amerika Latin, di Yunani maupun di Spanyol hari “Selasa” tgl 13 adalah hari sial, sehingga ada pepatah “En martes, ni te cases ni te embarques” = di hari Selasa janganlah melakukan perkimpoian ataupun perjalanan.



Sumber : http://misteridunia.wordpress.com/2008/10/15/angka-13/