- Tingkah laku manusia hanya dapat dipahami dari bagaimana dia memandang realita secara subyektif.
- Bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk menentukan nasibnya sendiri.
- Manusia itu Bebas, Rasional, Utuh, mudah berubah, sebjektif, heterostatis, dan sukar di pahami.
- Tori Rogers adalah memanusiakan manusia.
- Rogers terkenal dengan terapy client-centered therapy
Tekniknya mudah di pahami dan banyak bermanfaat bagi klien, sehingga tersebar luas di kalangan konselor pendidikan, konselor dan bimbingan dan pekerja sosial.
Untuk mempergunakannya di butuhkan sedikit atau tanpa pengetahuan mengenai diagnosis dan dinamika kepribadian.
Menurut Rogers ada 19 hakekat Pribadi (self):
1.Setiap organisme berada dlm dunia pengalaman yang terus-menerus berubah.
2.Organisme menanggapi dunia sesuai dgan persepsinya.
3.Organisme mereaksi medan fenomena secara total.
4.Organisme mempunyai kecendrungan pokok yakni keinginan untk self aktualisasi diri.
5.Pd dasarnya tingkah laku merupakan usah yg berarah tujuan untk memuaskan kebutuhan-kebutuhan.
6.Emosi akan menyertai tingkah laku dan seberapa penting tingkah laku dlm usaha aktualisasi diri.
7.Untk memahami tingkah laku seseorang itu harus memandang orang itu sendiri.
8.Self adlh kesadaran akan keberadaan dan fungsi diri, yg di peroleh melalui pengalaman di mana diri(“I” atau “me”).
9.Self struktus adlh suatu pola pangamatan yg bersifat utuh/ bulat,
teratur mudah bergerak dan selalu konsisten dalam nilai-nilai
lingkungan.
10. Apabila terjadi konflik dgn nilai-nila, maka orgnisme akan merevisi gambaran dirinya dan di asimilasi.11. Pengalaman yg terjadi dalam kehidupan seseorang maka akan di proses: disimbulkan, diabaikan, diingkari atau di kaburkan.
12. Umumnya TL konsisten dgan self-concept.
13. TL yg di dorong oleh kebutuhan organis yg tidak di lambangkan, bisa tidak konsisten dgan self.
14. Organisme menolak menyadari pengalaman sensorik yg tdk dpat disimbulkan dan di susun dlm kesatuan self-structurya.
15.Psyhological adjusment terjadi apabila dapat menampung semua pengalaman dlam konsep diri.
16.Setiap pengalaman yg tidak sesuai dgn self-structure akan di amati sebagai ancaman (theat).
17.Khusus dlm kondisi bebes dari ancaman struktur self dapat di amati dan di uji.
18.Apabila organisme mengamati dan menerima semua pengalaman orang lain maka dia akan lebih mengerti individu yg berbeda.
19.Semakin banyak individu mengamati dan menerima pengalaman sensorik ke dalam selfnya kemungkinan nilai-nilai semakin besar.
STURKTUR KEPRIBADIAN
1.Organism
ØOrganism adalah makhluk lengkap dengan fungsi fisik dan
psikologisnya, tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang secara
potensial terdapat dalam kesadar setiap saat.
ØSubyjective reality Organisme menanggapi dunia seperti yang
diamati atau dialaminya. Realita adalah medan persepsi yang sifatnya
subjektif, bukan benar-salah.
ØHolism ad/ organisme adalah satu kesatuan sistem, sehingga
perubahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian yang lain. Setiap
perubahan memiliki makna pribadi dan bertujuan, yakni tujuan aktualisasi
diri, mempertahankan diri dan mengembangkan diri.
2. Phenomenal field (medan fenomenal): keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, di sadari maupun tidak di sadari antara lain:
üpengalama internal (persepsi mengenai diri sendiri) dan pengalama eksternal (persepsi mengenai dunia luar).
üMeliputi pengalama yang disimbulkan (di amati dan di susun dalam kaitanya dengan diri sendiri).
üSemua persepsi bersifat subyektif, benar bagi diri sendiri.
üMedan fenomenal seseorang tidak dapat di ketahui oleh orang lain
kecuali melalui inferensi empatik, itupun pengetahuan yang di peroleh
tidak bakal sempurnah
3.Self merupakan bagian medan fenomena yang terdiri dari pola-pola pengamatan dan penilaian sadar dari pada “I” atau “me”.Self mempunyai macam-macam sifat:
- Self berkembang dari interaksi organisme dengan lingkunganya.
- Self mungkin menginteraksi nilai-nilai orang lain dan mengamatinya dlm cara (bentuk) yang tidak wajar
- Self mengejar (mengingingkan ) consistency (keutuhan / kesatuan, keselarasan)
- Organisme bertingkah laku dlm cara yg selaras (consistent) dengan Self.
- Pengalaman-pengalaman yang tak selaras dengan struktur self diamati sebagai ancaman.
- Self mungkin berubah sebagai hasil dari pengamatan (maturation) dan belajar.
A.Positive regard
Dalam self concept mencangkup gambaran siapa dirinya, siapa
seharusnya dirinya, dan siapa kemungkinan dirinya. Kesadaran memiliki
konsep diri kemudian mengembangkan positif regard: kebutuhan diri agar
di terima baik, di cintai dan di akui di lingkungan. Positive regard
dari ide akan memuaskan bayi, sebalinya tanpa positif ragard itu bayi
menjadi frustasi dan menarik diri.B. Self consistency dan conruence
(misalnya orang yang memandang dirinya cerdas mengalami event diri kelihatan bodoh). Akibat dari diskripsi dan inconruence itu ad:
1)Individu menyadari dan mengijingkan pengalaman itu masuk
kekesadaran. Keadaan incongruence itu akan menimbulkan ketegangan dan
kebingungan.
2)Individu yang tidak menyadari keadaan incongruence-nya , dia rentan mengalami anxiety akibat inkonruence itu.
3)Individu tidak mengijingkan pengalaman masuk ke sadaran. Individu juga mengalami kecemasan masuknya discrepancy kesadaran
4)Individu berusaha mempertahankan self-conceptnya dengan
defense;(mengaburkan makna asli suatu pengalaman ) atau dinilai
mengingkari pengalaman yang pernah masuk kekesadaran) .
C. Self actualizationFreud memandang organisme sebagai enerji, dan mengembangkan teori bagaimana enerji psikis di timbulkan, ditransfer, dan di simpan. sedangkan Regers memandang organisme terus menerus bergerak. Tujuan tingkah laku bukan untuk mereduksi tegangan enerji tetapi mencapai aktualisasi diri.
Secara alamiah kecenderungan aktualisasi diri itu aka menunjukkan diri melalui rentangan luas tingkah laku yakni:
1)Tingkah laku yang berakar pada proses fisiologik, termasuk kebutuhan dasar (air, makan,udara).
2)Tingkah laku yang berkaitan dengan motivasi psikologik menjadi
diri sendiri, menghasilkan perubahan lingkungan, proses aktif menjadikan
sesuatu bermain,mencipta, memulai.
3)Tingkah laku yang alih-alih merendakan tegangan justru
meningkatkan tegangan yakni tigkah laku yg motivasinya untk berkembang
menjadi lebih baik.
PERKEMBANGAN KEPRIBADIANFull functioning person
Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya.
Rogers menggambarkan 5 ciri kepribadian yang berfungsi sepenuhnya sebagai berikut :
- terbuka untuk mengalami dan mampu mendengar dirinya sendiri (openess to experience).
- hidup menjadi berkembang (existential living).
- Keyakinan organismik, mengerjakan apa yg dirasanya benar (organismic trusting).
- Pengalaman kebebasan (experiental freedom).
- kreativitas (creativity)
- Kemampuan u/ menikmati hidup setiap saat
- Keinginan u/ lebih mengikuti nalurinya dari pada orang lain.
- Kreatif dan bebas u/ berfikir dan bertindak.
- Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun ia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan apa yang terjadi pada waktu itu.
Referensi.
https://nerys2.wordpress.com/carl-rogers/
Alwisol. (2005) Psikologi Kepribadian. Malang : Penerbit Universitas Muhammadyah Malang.
Suryahrata,Sumardi (1995). Psikologi kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar